Kamis, 24 Oktober 2013

0 PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI


A. PENDAHULUAN

Pengertian System informasi manajemen ialah suatu system yang berfungsi untuk memberikan informasi yang dibutuhkan kepada user, dan kita harus bisa mengatur system tersebut agar berjalan sesuai dengan yang kita inginkan..

Tujuan dari system informasi manajemen ialah agar kita dapat lebih baik lagi dalam mengolah system informasi untuk mendapatkan suatu hasil yang lebih baik lagi dan juga dapat mengatur system itu supaya berjalan sesuai dengan yang kita harapkan atau kita inginkan.dan dalam hal ini kita bertindak sebagai manajer / bisa disebut juga dengan orang yang mengatur system. 

  

B. PEMBAHASAN 
1.1. Pentingnya Manajemen Informasi dalam Perusahaan

Manajemen informasi sebagai suatu sumber mempunyai pola yang sama. Manajer bertanggung jawab untuk mengumpulkan data mentah dan memprosesnya menjadi informasi yang dapat digunakan. Ia harus memastikan bahwa orang yang ada dalam perusahaan akan dapat menerima informasi dengan bentuk yang tepat, pada saat yang tepat pula, sehingga informasi tersebut dapat digunakan untuk mendukung proses manajemen. Yang terakhir, manajer harus membuang informasi yang kuno, tidak lengkap, dan salah, dan menggantinya dengan informasi yang dapat digunakan. Semua aktifitas ini disebut manajemen informasi atau Information Management.
   
Minat terhadap manajemen informasi telah meningkat sejak tahun-tahun terakhir ini, yaitu tidak hanya dalam dunia bisnis, namun juga di semua bidang dimana sumber dikelola. Dua alasan utama mengenai hal ini adalah karena meningkatnya kekompleksan tugas manajemen dan keinginan untuk menggunakan peralatan pemecahan masalah yang lebih baik.

A. Meningkatnya kekompleksan tugas manajemen

Manajemen selalu merupakan tugas yang sulit, bahkan sekarang ini ia lebih sulit dibandingkan sebelumnya. Semua perusahaan yang termasuk dalam ekonomi internasional, teknologi bisnisnya akan menjadi lebih kompleks, kerangka watu untuk menetapkan keputusan juga makin rumit, dan terdapat pula tekanan baik dari pesaing dan masyarakat.

B .   Keberadaan alat untuk memecahkan persoalan

Sementara tugas manajer menjadi lebih kompleks, ada usaha untuk meningkatkan efektifitas dalam pemecahan masalah. Kesemuanya ini terpusat pada teknik kwantitatif dan peralatan elektronik, seperti computer. Selama tahun 1950-an, metematika tingkat lanjut digunakan untuk memecahkan masalah bisnis, biasanya dalam bidang manufaktur. Usaha awal ini disebut Operation Research (OR). Selama tahun 1960-an, istilah management science dikenal sebagai metode kwantitatif yang diterapkan dalam skala luas, misalnya dalam bidang keuangan dan marketing. Bertambahnya popularitas komputer pada akhir tahun 1960-an dan 1970-an menyebabkan adanya usaha untuk memanfaatkan peralatan elektronik ini untuk penghitungan matematika. Sekarang, manajer dapat mengakses komputer sentral dari terminal seperti mesin ketik. Di beberapa perusahaan, para manajer mempunyai mikrokomputer sendiri atau micros. Biasanya, micros ini di sambungkan ke komputer sentral untuk membentuk jaringan pemecahan masalah yang terpadu.
  
1.2. Peranan Manajer dalam Pengelolaan Manajemen Informasi

PERAN MANAJER DALAM PENGOLAHAN MANAJEMEN INFORMASI

Memang peran manajer dalam suatu perusahaan sangat penting. Karena tanpa seorang manejer yang handal perusahaan tersebut akan hancur bahkan bisa mengalami kebangkrutan. Posisi seorang manajer menjadi sangat krusial dan mempunyai peranan yang sangat penting dalam meningkatkan daya saing.
 
Kemampuan seorang manajer Seorang manajer memang mempunyai peranan penting dalam sebuah perusahaan. Maka dari itu seorang manajer haruslah di tuntut mempunyai kemampuan manajemen yang baik. Agar perusahaan yang ia kelola tersebut bisa berjalan sesuai dengan tujuan dari perusahaan tersebut. Adapun kemampuan yang harus dimilliki seorang manajer adalah:

1.Teknologi
2.Bisnis
3.Manajemen
4. Serta kepemimpinan.

 
KETERAMPILAN MANAJEMEN

Robert L.Katz pada tahun 1970-an
mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar.
Ketiga keterampilan tersebut adalah:
1.              1.  Keterampilan konseptual (conceptional
          skill
),
manajer tingkat atas (top manager)
          harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan
          organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah
          dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau
          konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang
          kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning.
          Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan
          untuk membuat rencana kerja.
  1. Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity
    skill
    ),
    selain kemampuan konsepsional, manajer
    juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan
    berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan.
    Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap
    bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat,
    dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka
    akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi
    diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah 
Selaintigaketerampilandasardiatas,Ricky
W.Griffin
menambahkan dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer,
yaitu:
1. Keterampilan Manajemen Waktu

Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan
waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin
mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai
manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam
per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah
$800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort.

Namun demikian, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan
menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas
perusahaan.

2. Keterampilan Membuat Keputusan

Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam
memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi
seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga
langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus
mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk
menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada
dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer
harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan
mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.


MANAJER DAN SISTEM PERUSAHAAN

Manajer adalah orang yang terbaik untuk menentukan dimensi-dimensi informasi yang ia perlukan. Jika perlu analis sistem dapat membantu manajer mendekati tugas ini secara logis.
Manajer menggunakan standar untuk mengendalikan sistem fisik dengan kinerja actual.
“Sistem konseptual yang mengendalikan sistem fisik terdiri dari 3 elemen penting : manajer, pengolah informasi dan standar
Standar dikombinasikan dengan output informasi dari pengolah informasi, memungkinkan manajer untuk melaksanakan “management by exception” (suatu gaya yang diikuti manajer, yaitu manajer terlibat dalam aktifitas hanya jika aktifitas itu menyimpang dari kinerja yang dapat diterima).
Management by Exception memberikan 3 keuntungan dasar :
1   1. Manajer tidak membuang waktu memantau aktifitas yang berlangsung secara normal.
2 2. Karena lebih sedikit keputusan yang dibuat, tiap keputusan dapat menerima perhatian lebih  menyeluruh.
3   3.Perhatian dipusatkan pada peluang-peluang, maupun pada hal-hal yang tidak berjalan semestinya.

Namun, terdapat pula sejumlah kendala yang harus diketahui :
1.   Beberapa kinerja bisnis tertentu tidak mudah ditentukan secara kuantitas sehingga standar tidak dapat ditetapkan.
2.   Suatu sistem informasi yang memantau kinerja secara akurat sangat diperlukan.
3.   Perhatian harus terus diarahkan pada standar untuk menjaga standar pada tingkat yang tepat.
4.   Manajer tidak boleh menjadi pasif dan hanya menunggu batas kinerja dil

Konsep manajemen yang serupa dengan Management by Exception disebut Critical Success Factor. CSF adalah salah satu kegiatan perusahaan yang berpengaruh kuat pada kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuannya.


SISTEM UMUM PERUSAHAAN

JENIS-JENIS SISTEM PERUSAHAAN
1. Sistem Fisik : penggambaran entitas dalam bentuk 3 dimensi, C/o : maket pusat perbelanjaan, prototype mobil baru
2.  Sistem Naratif : menggambarkan entitas secara lisan atau tulisan, C/o : cerita, narasi
3.  Sistem Grafik : menggambarkan entitas dengan sejumlah garis atau symbol, C/o : flowchart, DFD
4. Sistem matematika : sebagian besar perhatian dalam pembuatan bisnis (business modeling) saat ini tertuju pada model matematika. Keunggulannya, ketelitian dalam menjelaskan hubungan antara berbagai bagian dari suatu objek, C/o : formula & persamaan matematika


1.3 Data dan Informasi
 
DATA DAN INFORMASI
 

Dalam suatu perusahaan sangatlah di butuhkan yang namanya data dan informasi. Memang apa itu data dan informasi. Di bawah ini merupakan pengertian dari data dan informasi.
Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapai. 
Sedangkan Informasi adalah kumpulan dari beberapa data yang telah di olah, hingga membentuk suatu informasi yang lebih jelas dan akurat.


1.4 Komputer Sebagai Elemen dalam Sistem Informasi

KOMPUTER SEBAGAI ELEMEN DALAM SISTEM INFORMASI

Pada zaman dahulu computer hanya di gunakan sebagai alat hitung, namun sekarang komputer sudah mulai berkembang jadi sekarang ini komputer sudah digunakan sebagai mesin pengolah data elektronik yang telah diperintah oleh manusia. Bekerja dengan komputer berarti membuat serangkaian instruksi yang dapat di mengerti dan de kerjakan denga baik oleh komputer, yang di sebut dengan program, sehingga menghasilkan suatu informasi yang berguna dan sesuai dengan keinginan si pemberi instruksi. Informasinya di hasilkan oleh komputer merupakan aplikasi dari komputer. Input dari komputer merupakan data – data sehingga komputer itu bisa di sebut proses tranformasi dari data menjadi informasi. Jinis rancangan input untuk komputer yaitu master file, transaction file dan computer run dapat mengolah data – data yang saling memlplengaruhi dari jenis rancangan dan komputer run dapat mengilah data – data yang saling memlpengaruihi dari jenis ranvangan input tersebut dengan cepat dan tepat sehingga menghasilkan informasi yang baik yang sangat berguna bagi system informasi. Dengan deimikan terjalin hubungan yang erat dan berkaitan antara system, komputerdanaplikasinya. 

Dengan demikian dalpatlah di tarik kesimpulan bahwa antara system informasi, komputer, dan aplikasinya merulpakan suatu kesatuan yang sanga erat hubungannya untuk penyelesaian masalah lpada suatu system agar diperoleh kegiatan yang optimal dari system tersebut.


  
1.5 Evolusi Sistem Informasi Berbasis Komputer 

FokusData(SIA/EDP)

Pengolahan Data Elektronik (EDP) kemudian berubah menjadi data prosesing (DP) dan SistemInformasiAkutansi(SIA).

Fokus Informasi (SIM) 

Dengan berkembangnya teknologi komputer yang memiliki kemampuan proses yang lebih cepat, maka muncul konsep SIM yang menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen disetiap area fungsional dan level aktivitasnya.

Fokus Pada Pendukung Keputusan (SPK) 

DSS adalah sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer dan keputusan yang harus dibuat manajer. Manajer tersebut dapat berada di bagian mana pun dalam organisasi – pada tingkat manapundandalamareafungsionalapapun.
 
Fokus pada komunikasi (otomatisasi kantor) 

Otomatisasi kantor atau office automation (OA) memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktifitas di antara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaanPerhatian di fokuskan pada otomatisasi kantor. 

Focus konsultasi (system pakar) 

Sistem pakar atau expert system (ES) adalah suatu sistem yang berfungsi sebagai seorang spesialis dalam suatu area. Sebagai contoh, sistem pakar dapat menyediakan bagi seorang manajer sebagian bantuan yang sama seperti yang diberikan oleh seorang konsultan manajemen
  

1.6. Upaya Pencapaian Sistem Informasi Berbasis Komputer

Computer Based Information System (CBIS) atau Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan suatu sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan.

Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.



KESIMPULAN


Agar suatu perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lain dalam memperkenalkan produk barang maupun jasa yang dimilikinya kepada konsumen diberbagai belahan dunia, maka dibutuhkan suatu sistem informasi yang tepat agar dapat memberikan petunjuk aktual tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh setiap komponen dalam perusahaan tersebut. Sistem informasi yang tepat, tentunya akan menghasilkan informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya. Informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya tersebut sangat diperlukan dalam rangka pengambilan keputusan keputusan strategis perusahaan untuk dapat semakin maju dan bersaing di lingkungan yang penuh gejolak ini.

Penerapan Sistem Informasi Akuntansi berbasis komputer misalnya, merupakan salah satu alternatif jawaban yang tepat jika pihak manajemen menginginkan suatu sumber informasi yang dapat menghasilkan masukan sesuai yang diinginkannya. 



SUMBER :
1.http://setiawanbudi-setiawan.blogspot.com/2011/11/pentingnya-manajemen-informasi-dalam.html
4. George R. Terry, halaman, 9-10.
5. James A.F.Stoner dan kawan-kawan, Manajemen, Jilid
    1, Jakarta:PT. Prenhallindo, 1996 hal.09, 10, dan 17
 

Qieqie Rizky Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates